Senin, 16 Mei 2016

Sebelum Jantungmu Berhenti Berdetak

Akhi ukhti

Apakah kau masih mendengarkan detak jantungmu ?

Apakah denyut nadimu masih terasa ?

Sejatinyanya detak jantung dan denyut nadi menuliskan sebuah pesan singkat untuk semua insan:

Sesungguhnya kehidupan itu tidak lain hanyalah hitungan menit dan detik

Akan datang suatu detik yang detak jantungmu berhenti

Dirimu diam seribu bahasa, bungkam tak dapat berbicara

Keluargamu sibuk bersegera membawamu dengan ambulan, kemudian didorong ke ruang IGD.

Perawat memasang infus, selang oksigen dan EKG, alat rekam jantung.

Semua mata memandang ke monitor EKG yang menunjukan garis datar, pertanda jantungmu telah berhenti berdetak.

Dokter berkata, Siapkan defibrilator (alat kejut jantung), gel bening dioleskan ke dadamu.

Lalu dokter memberi aba-aba 200 joule, all clear ??

Kaupun dikejutkan

360 joule, all clear ??

Kau dikejutkan untuk kedua kalinya.

Namun ternyata Monitor EKG masih menunjukan garis datar, sebagai pertanda jantungmu sudah berhenti berdetak

Masa kontrakmu di dunia ini sudah selesai.

Harta benda yang kau miliki tidak sempat kau bawa

Semuanya ditinggal

Tangisan perpisahan memecahkan keheningan

Jeritan kesedihan mewarnai ruangan itu

Selamat tinggal

MAKA SEBELUM TERLAMBAT
sebelum jantungmu berhenti berdetak bersegeralah untuk mempersiapkan diri.

Belilah tas yang sebesar mungkin

Masukkan barang-barang kebutuhanmu.

Air, makanan, selimut, cahaya dan semuanya.

SIAPKAN KENDARAAN YANG TANGGUH.

Ingat bahwa perjalananmu panjang, 1 hari sama dengan 1000 tahun.

Jalannya gelap dan sempit

bawalah lampu yang terang dan banyak.

Jangan tinggalkan apapun yang bisa kau bawa untuk perjalananmu.

CATAT SEMUA YANG AKAN KAU BAWA.

Dan jangan menunda-nunda, karena jantungmu akan berhenti berdetak secara otomatis.

DAN KAU TIDAK TAHU, KAPAN ITU TERJADI

(Ust. DR. Syafiq Riza Basalamah)
5/17/16, 08:05 - Nurkia Agpars: Yang menghidupkan jiwa kita adalah Al Qur’an. Saya yakin banyak kawan yang sudah tahu jawabannya, yaitu Al Qur’an.
Ya, Al Qur’an menghidupkan jiwa kita, karena Al Qur’an adalah ruh. Jika ruh menghidupkan badan kita, dan kita mati tanpa ruh, Al Qur’an menghidupkan jiwa kita. Jiwa kita mati jika jauh dari Al Qur’an.

Allah berfirman dalam surat As Syura 52:
( وكذلك أوحينا إليك روحا من أمرنا ما كنت تدري ما الكتاب ولا الإيمان ولكن جعلناه نورا نهدي به من نشاء من عبادنا وإنك لتهدي إلى صراط مستقيم ( 52 )

Artinya: “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar- benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”  (Asy-Syura : 52)

Al Qur’an menghidupkan jiwa, seperti ruh menghidupkan badan kita.

Saya yakin banyak dari kawan-kawan yang sudah bisa menduga jawaban ini, karena memang banyak yang sudah tahu.
Tapi mari renungkan pertanyaan ini: mengapa sudah ada Al Qur’an di depan kita, tapi hidup kita masih kurang hidup?


#repost FB Ust. Syarif Ja'far Baraja

Tidak ada komentar:

Posting Komentar