Sebelum Jantungmu Berhenti
Berdetak
Akhi ukhti
Apakah kau masih mendengarkan detak jantungmu ?
Apakah denyut nadimu masih terasa ?
Sejatinyanya detak jantung dan denyut nadi menuliskan sebuah
pesan singkat untuk semua insan:
Sesungguhnya kehidupan itu tidak lain hanyalah hitungan
menit dan detik
Akan datang suatu detik yang detak jantungmu berhenti
Dirimu diam seribu bahasa, bungkam tak dapat berbicara
Keluargamu sibuk bersegera membawamu dengan ambulan,
kemudian didorong ke ruang IGD.
Perawat memasang infus, selang oksigen dan EKG, alat rekam
jantung.
Semua mata memandang ke monitor EKG yang menunjukan garis
datar, pertanda jantungmu telah berhenti berdetak.
Dokter berkata, Siapkan defibrilator (alat kejut jantung),
gel bening dioleskan ke dadamu.
Lalu dokter memberi aba-aba 200 joule, all clear ??
Kaupun dikejutkan
360 joule, all clear ??
Kau dikejutkan untuk kedua kalinya.
Namun ternyata Monitor EKG masih menunjukan garis datar,
sebagai pertanda jantungmu sudah berhenti berdetak
Masa kontrakmu di dunia ini sudah selesai.
Harta benda yang kau miliki tidak sempat kau bawa
Semuanya ditinggal
Tangisan perpisahan memecahkan keheningan
Jeritan kesedihan mewarnai ruangan itu
Selamat tinggal
MAKA SEBELUM TERLAMBAT
sebelum jantungmu berhenti berdetak bersegeralah untuk
mempersiapkan diri.
Belilah tas yang sebesar mungkin
Masukkan barang-barang kebutuhanmu.
Air, makanan, selimut, cahaya dan semuanya.
SIAPKAN KENDARAAN YANG TANGGUH.
Ingat bahwa perjalananmu panjang, 1 hari sama dengan 1000
tahun.
Jalannya gelap dan sempit
bawalah lampu yang terang dan banyak.
Jangan tinggalkan apapun yang bisa kau bawa untuk
perjalananmu.
CATAT SEMUA YANG AKAN KAU BAWA.
Dan jangan menunda-nunda, karena jantungmu akan berhenti
berdetak secara otomatis.
DAN KAU TIDAK TAHU, KAPAN ITU TERJADI
(Ust. DR. Syafiq Riza Basalamah)
5/17/16, 08:05 - Nurkia Agpars: Yang menghidupkan jiwa kita
adalah Al Qur’an. Saya yakin banyak kawan yang sudah tahu jawabannya, yaitu Al
Qur’an.
Ya, Al Qur’an menghidupkan jiwa kita, karena Al Qur’an
adalah ruh. Jika ruh menghidupkan badan kita, dan kita mati tanpa ruh, Al
Qur’an menghidupkan jiwa kita. Jiwa kita mati jika jauh dari Al Qur’an.
Allah berfirman dalam surat As Syura 52:
( وكذلك
أوحينا إليك روحا من
أمرنا ما كنت تدري
ما الكتاب ولا الإيمان
ولكن جعلناه نورا نهدي
به من نشاء من
عبادنا وإنك لتهدي إلى
صراط مستقيم ( 52 )
Artinya: “Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al
Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al
Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami
menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami
kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar- benar
memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.”
(Asy-Syura : 52)
Al Qur’an menghidupkan jiwa, seperti ruh menghidupkan badan
kita.
Saya yakin banyak dari kawan-kawan yang sudah bisa menduga
jawaban ini, karena memang banyak yang sudah tahu.
Tapi mari renungkan pertanyaan ini: mengapa sudah ada Al
Qur’an di depan kita, tapi hidup kita masih kurang hidup?
#repost FB Ust. Syarif Ja'far Baraja

Tidak ada komentar:
Posting Komentar