Agar bisa berinteraksi kembali dengan Al-Qur’an, maka perlu
disadarkan kembali kewajiban-kewajiban kita di hadapan Al-Qur’an.
Asy-Syahid Hasan Al-Banna mengungkapkan beberapa kewajiban
Muslim terkait dengan Al-Qur’an yaitu :
1. Seorang Muslim harus memiliki keyakinan yang sungguh-sungguh dan kuat bahwa tidak ada
yang dapat menyelamatkan kita kecuali sistem sosial yang diambil dan bersumber
dari kitab Allah SWT. Sistem sosial apa pun yang tidak mengacu atau tidak
berlandaskan kepada Al-Qur’an pasti akan menuai kegagalan.
2. Kaum Muslimin wajib
menjadikan kitab Allah sebagai sahabat karib, kawan bicara, dan guru.
Kita harus membacanya. Jangan sampai ada hari yang kita lalui sedangkan kita
tidak menjalin hubungan dengan Allah SWT melalui Al-Qur’an.
Demikianlah keadaan para pendahulu kita, kaum salaf. Mereka
tidak pernah kenyang dengan Al-Qur’anul Karim. Mereka tidak pernah
meninggalkannya. Bahkan mereka mencurahkan waktunya untuk itu.
Sunnah mengajarkan agar kita mengkhatamkannya tidak lebih
dari satu bulan dan tidak kurang dari tiga hari.
Umar bin Abdul Aziz apabila disibukkan oleh urusan kaum
Muslimin, beliau mengambil mushaf dan membacanya walaupun hanya dua atau tiga
ayat. Beliau berkata, “Agar saya tidak termasuk mereka yang menjadikan
Al-Qur’an sebagai sesuatu yang ditinggalkan.”
3. Ketika membaca Al-Qur’an kita harus memperhatikan
adab-adab membacanya. Demikian pula saat kita mendengarkan Al-Qur’an harus
memperhatikan adab-adabnya. Hendaklah kita berusaha merenungkan dan
meresapinya.
4. Setelah kita mengimani bahwa Al-Qur’an adalah
satu-satunya penyelamat, kita wajib mengamalkan hukum-hukumnya, baik dalam
tingkatan individu maupun hukum-hukum yang berkaitan dengan masyarakat atau hukum-hukum yang berkaitan
dengan penguasa.
#repost
FB Bunda Rochma Yulika II

Tidak ada komentar:
Posting Komentar