Setiap orang pastilah memiliki pengalamannya masing-masing dalam hal apapun, termasuk mengenai hubungannya dengan Ilahi Rabbi. dan ini adalah salah satu kisah spiritualku dalam mendekatkan diri dengan-Nya. Berawal dari dibangunnya sebuah masjid yg terletak tidak jauh dari tempatku bekerja. Masjid ini cukup besar dan mewah, dibangun dalam kurun waktu kurang lebih 3 bulan. Berbagai cerita mengenai pembangunan masjid yang hampir tidak selesai, akhirnya masjid itupun berdiri dengan kokoh dan tepat waktu. Merupakan kali pertamanya aku menginjakkan kaki di rumah-Nya disetiap jelang maghrib. Sengaja aku mampir kesana, selain untuk menunaikan shalat maghrib akupun begitu menikmati rasa nyaman yang aku dapatkan ketika berada disana. Masjid ini nyaman dan indah. Bahkan sampai saat aku menulis ini, aku masih memiliki rindu yang begitu dalam pada Masjid ini. Aku bercita-cita untuk dapat membangun masjid seperti ini diseluruh dunia. Sebuah mimpi yang besar. Allah SWT Maha Mendengar setiap doa Hamba-Nya.
Mendekati bulan Ramadhan, masjid itu mengadakan shalat tarawih, tadarus dan iktikaf bersama. Masjid ini bernama Masjid Al-Ihsan. Akupun ingin sekali mengikuti rangkaian kegiatan di masjid itu. Akhirnya akupun mengambil keputusan untuk mampir ke masjid itu sepulang dari kantor sampai kegiatan terakhir yaitu tadarus selesai. Aku bertekad untuk mengikuti kegiatan itu selama Ramadhan, aku benar-benar tdk ingin diganggu dengan kegiatan lain.
Sejak hari pertama dibulan Ramadhan, aku dibuat terpesona dengan lantunan ayat suci al-qur'an yang dikumandangkan oleh salah seorang hafidz muda yang ternyata usianya jauh lebih muda daripada aku. Aku trenyuh mendengarnya, entah apa yang terjadi aku begitu merasa sedih dan lara. Hatiku seakan-akan merindukan sesuatu yang aku sendiri tidak tahu apa. Perasaan itu ada hingga saat ini, aku berterimakasih sekali kepadanya yang telah mengingatkan aku secara tidak langsung dan membuatku benar-benar memperbaiki semua kesalahanku. Karenanya aku sangat termotivasi sekali untuk dapat melantunkan firman-Nya seperti dia. Banyak aku dengar lantunan yang sebenarnya jauh lebih indah, tapi entahlah...yang aku tahu, aku merasa "klik" dengannya. Masjid inipun seakan mengundangku untuk selalu berada disana. Dan perasaan ini membuatku makin mendekat dengan-Nya. Perasaan ini aku pernah rasakan dulu...yah dulu...tapi itu sebuah perasaan yang salah. Tapi kali ini, aku benar-benar luluh, kali ini benar-benar merubah paradigmaku, kali ini benar-benar membuatku memiliki pendirian kuat untuk benar-benar menjadi insan yang ihsan dan bertakwa.
Setelah Ramadhan berakhir, aku mulai menyadari adanya perubahan-perubahan yang terjadi dalam kurun waktu yang singkat itu. Aku menjadi lebih disiplin dalam ibadah dan amazingnya lagi... masalah-masalah yang sebelumnya ada dan sengaja aku lupakan, secara bertahap terselesaikan. Aku tidak mengerti bagaimana hal itu terjadi...tapi itulah yang terjadi. Berbagai peristiwa-peristiwa kecil yang unik membuatku banyak melongo seperti orang bodoh yang tidak percaya akan sesuatu. But...it's happen. I did it.
Aku belajar...ternyata...ketika kita bersedia meninggalkan segala sesuatu (urusan dunia) hanya untuk bermunajat kepada-Nya, Dia melakukan hal yang sama. Aku belajar lebih peka terhadap bahasa kasih-Nya. Aku belajar mencintai mahluk ciptaan-Nya karena-Nya. Aku belajar betapa aku bukanlah siapa-siapa, aku bukanlah apa-apa TANPA RIDHONYA. Setiap orang memiliki jalan hidupnya masing, semoga kita termasuk orang yang dikehendaki Allah untuk masuk ke dalam Jannah Nya.
Aamiin 3x Yaa Rabbal 'alamiin

Tidak ada komentar:
Posting Komentar